Minggu, 07 Agustus 2011

Warga Ratenggaro Bangun Rumah Adat

Tambolaka, Ratusan warga Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (4/8/2011), ramai-ramai menancap tiang rumah induk atau rumah adat mereka. Pendiri dan pemilik air mineral Aqua Indonesia, Lisa Tirto Utomo, menyumbang dana Rp 55 juta.

Disaksikan Pos Kupang, penancapan tiang rumah induk ini dihadiri ratusan warga sekampung yang terletak di bibir pantai selatan ini. Rumah induk ini dibangun menggantikan rumah yang sama yang terbakar awal Juni 2004 lalu.


Dalam musibah kebakaran itu, sebanyak 13 unit rumah ludes terbakar tanpa sisa. Penancapan tiang ini didahului dengan ritual adat dipimpin oleh tetua adat Desa Ratenggaro, Markus Dolongunduh Awang (65 tahun).

Dalam syair-syair adat yang didarasnya dalam bahasa setempat, Markus yang juga dianggap sebagai rato dalam struktur adat setempat, meminta dukungan nenek moyang dan juga Tuhan agar seluruh proses pengerjaan berjalan aman dan lancar.
“Kita minta dukungan nenek moyang, anak cucu yang sudah meninggal. Juga kita minta doa dan berkat dari Tuhan agar seluruh proses pengerjaan berjalan aman dan lancar,” kata Markus kepada Pos Kupang usai ritual adat.

Pendiri dan pemilik Aqua Indonesia, Ny. Lisa Tirto Utomo, yang menyaksikan upacara ini sangat senang dan antusias. Dia senang karena bisa menyaksikan sendiri semangat warga setempat yang bergotong royong membangun rumah adatnya. “Harus pertahankan ya rumah adat dalam bentuk asli seperti ini,” kata Ny. Lisa memberi semangat.

Untuk pembangunan rumah adat ini, Ny. Lisa menyumbang Rp 50 juta untuk material dan Rp 5 juta untuk konsumsi kemarin. Menurut keterangan yang diperoleh Pos Kupang, untuk membangun rumah adat semua anggota suku wajib kumpul uang. Sumbangan dari luar tidak boleh lebih banyak dari yang dikumpulkan warga.
“Rumah adat ini harga diri juga. Bantuan dari luar sifatnya hanya partisipasi,” kata Pater Robert Ramone, CSsR, rohaniwan Katolik asal Kodi yang menekuni upaya pelestarian seni dan budaya Sumba.

Desa Ratenggaro terletak di ujung barat Sumba berhadapan dengan samudera Indonesia. Panorama pantainya luar biasa indah. Ombak yang menggulung sepanjang saat sangat cocok untuk selancar. Meski cukup jauh dari Tambolaka, sekitar 35 km, pantai ini bisa menjadi obyek wisata yang menarik.

Sumber  :  http://kupang.tribunnews.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah memberikan komentar